Aku anak Dan seorang gadis


Hari ini aku dateng lagi ke pernikahan teman sebayaku untuk kesekian kalinya dan selalu pertanyaan nya kapan nyusul.
aku mau tanya deh,kenapa orang selalu menikah di usia 21+,pemikiran apa yang mereka tanam sampai mereka berani berkomitment di umur segitu,
dulu mungkin aku juga seperti mereka,ingin menikah di umur 21+,atau setidak nya menikah muda,tapi makin umur ku bertambah, aku makin berfikir menikah itu tidak mudah,dan banyak pengalaman dari kaka2 ku yang mungkin bisa membuat aku berfikir matang2 tentang pernikahan,dan pesta nya.


Pernah ada orang yang bilang,"kalo pesta pernikahan itu,pasti lebih banyak yang mengeluarkan pihak wanita nya".
dalam hati aku tanya kenapa :(
dan itu memang bener,aku masih inget tentang pernikahan kaka aku pertama,ini pengalaman pertama mama yang hidup sendiri,menikahi anak gadisnya.
waktu itu aku masih kecil tapi bukan berarti tidak mengingat jelas apa yang terjadi waktu itu,aku lihat mama sedih,pusing,bahkan sampai menangis T_T.
aku yang melihat hanya bisa diem,melihat mama pusing,melihat mama sedih.


Pernikahan kaka ke 3 ku mungkin tak jauh berbeda dengan kaka pertama :( tangisan,pusing,sedih,,..saat itu aku mulai mengerti tentang sebuah pesta pernikahan,yang aku tangkep pada saat itu adalah,pesta pernikahan hanya membuat mama ku sedih :(


Kalo saja papa masih hidup keluarga ku tak begini,perekonomian keluarga ku juga gak begini.ingin selalu ku bertanya pada teman2 sebaya.


  • apa mereka punya banyak cukup tabungan untuk sekedar membuat pesta yang mewah? 
  •  apa kalian benar2 menabung selama 3 tahun terakhr ini untuk menikah? 
  • atau tau kah kau papa,mama kalian mungkin saja pinjam uang atau menjual tanah untuk sekedar meraya pesta pernikahanmu (gadis) ,kalian tau betapa pusing nya mereka :( dan pada saat yang bersamaan kalian tersenyum menanti hari yang di tunggu :(


aku bukan tidak ingin merayakan pesta pernikahan,atau menikah muda,tapi aku hanya tidak siap secara materi dan emosional,aku juga tidak ingin melihat mama ku pusing,aku tak mau mama ku berkorban lagi untuk kebahagian ku,cukup pengorbanannya mendawasakan ku dan menyekolahkan ku sampai ke bangku smu.


Aku tak kuat membayangkan mama pusing,sedih,sedang kan aku tersenyum2 menanti hari yang di tunggu,aku pernah di posisi penonton,melihat mama menangis karena pusing,sedih,sedangkan aku tak bisa berbuat apa2,aku selalu berandai saat aku nikah nanti tak kan ku biar kan mama mengalami hal seperti itu.


aku hanya punya mama :( dan mama ku sudah tua,hidupnya sehari2 nya dari pensiunan papa dan pemberian bulanan aku dan kaka2 yang mungkin tidak seberapa di bandingkan pengorbanan mama membesarkan kami seorang diri.
dan aku tak tega untuk membuat mama pusing :( belum berhasil aku membahagiakan mama,sudah mau menyusahkan nya,tak sampai hati.


sebenernya tak masalah buat ku untuk tak merayakan pesta pernikahan,bagi ku itu tak penting,langkah baru akan bener2 di tempuh saat hari di mana ijab kobul di tanyakan sah.


aku hanya ingin bilang suatu saat ke calon suami ku:
"aku akan lakukan segalanya untuk tidak membuat mama sedih,pusing bahkan menangis,dan mamaku tak punya banyak uang untuk bisa merayakan atau sekedar menambahkan biaya pesta pernikahan,mungkin yang bisa mama berikan hanya tenaga itupun tidak banyak".

0 komentar:

Posting Komentar